Perbedaan Simplex Model CYCLOIDE dan NEO (part 1)

Postingan ini sebenarnya sudah pernah dimuat di WIWINAKED Bulan Februari 2007, tetapi tidak ada salahnya kalo kami tampilkan kembali di blog khusus simplex ini karena postingan tersebut sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kita.

Ada beberapa perbedaan antara Cycloide dengan Neo pada Simplex, yakni :

A. Konstruksi Sepeda :

1. Untuk Cycloide jenis laki-laki bagian kerangka belakang (supitan yang tegak) dilas menyambung dengan supitan bawah demikian pula Neo yang edisi lama (sebelum tahun 1940). Cycloide perempuan setelah tahun 1948 dan Neo edisi baru 1950-an memakai sambungan baut.

simplex1.jpg

2. Untuk model kruisframe bagian kerangka belakang (supitan yang tegak) dibaut dengan supitan bawah, sedangkan bagian cross yang menuju belakanglah yang dilas nyambung dengan supitan bawah. Neo Kruisframe atas bawah juga sambungan baut.

simplex31.jpgsimplex41.jpg

3. Untuk jenis Cycloide Pristerrijwiel bagian bawah supitan yang tegak dibaut dengan ujung supitan bawah. Khusus jenis Priesterrijwiel tidak menggunakan braket 38mm sebagaimana pada model frame Neo.

simplex5.jpg

4. Pada sepeda laki-laki bagian atas dan bawah tube depan terdapat bagian yang ‘menonjol’ (kecuali untuk tipe perempuan, Kruisframe dan Pristerrijwiel tidak ada bagian tube yang menonjol). Tonjolan pada tube depan ini juga nampak pada model NEO yang seri lama (edisi digit 5 sampai (2******), pada model Neo yang edisi baru tidak lagi terdapat tonjolan.

simplex6.jpg simplex7.jpg

5. Logo emblem bagian depan tidak berada ditengah persis, tapi agak keatas. Dua ukuran 620 mm dibandingkan dengan emblem logo Gazelle yang terletak ditengah-tengah  tube depan (frame hoogte).

simplex8.jpg

B. Konstruksi Rem :

1. Model Cycloide dan Neo edisi lama (1906-1940) menggunakan rem karet (remnaaf) dengan konstruksi unik. Konstruksi ini dapat diidentifikasi dari bentuk dudukan (berupa semacam ‘cenilan’ kecil pada bagian belakang kiri-kanan garpu depan, dan bagian bawah kiri-kanan garpu belakang/horisontal) Lihat contoh gambar rem bagian depan dan belakang.

simplex9.jpg simplex10.jpg

2. Untuk Cycloide yang menggunakan rem tromol dibuat sebelum tahun 1940, dengan ciri setutan baut melengkung. Semua tuas tarikan rem tromol Cycloide bentuknya mirip tuas tarikan rem sepeda motor. Gambar paling kanan adalah konstruksi rem depan Cycloide tahun 1940-1957 (hampir mirip Neo)

simplex11.jpgsimplex12.jpgsimplex13.jpg

3. transmisi rem tromol Cycloide yang dibuat setelah tahun 1940 cirinya ada pada setutan baut lebih pendek dan berbentuk segitiga. Sedangkan yang sebelum tahun 1940, setutan panjang dan sedikit melingkar (seperti huruf C terbalik). simplex121.jpg

C. Rottel dan Piringan :

Untuk Cycloide laki-laki dan perempuan, menggunakan rottel jenis seperti logo Mercedes Benz (bintang 3), YY dengan kelingan, sedangkan untuk Kruisframe edisi lama menggunakan bentuk mercy dan Kruisframe edisi baru menggunakan model YY namun salah satu sisinya turun sehingga seperti huruf KK. Baik model Pristerrijwiel atau Neo menggunakan rotel ‘jenis YY berputar’.

simplex15.jpg simplex16.jpg

D. Besar Bracket :
UKURAN BRAKET ADALAH HAL PALING DASAR SEBAGAI INDIKATOR PERBEDAAN MODEL CYCLOIDE DAN NEO. BUKAN YANG LAINNYA! Untuk semua jenis Cycloide, ukuran diameter sisi luar bracket adalah 50mm, sedangkan bagian dalam 40mm, menggunakan konstruksi bearing/lager buatan Swedia (SKF). Beda dengan jenis NEO yang hanya 38mm menggunakan konstruksi cup-and cone (mangkokan dan gotri) konstruksi Thompson bracket. Kecuali NEO edisi yang lama (pakai lebihan di tube depan) besar lobang bracket agak berbeda sedikit (35 mm).

simplex17.jpg

E. Bos untuk as roda:

Untuk semua jenis Cycloide rem karet, bos tengah menggunakan konstruksi bearing/lager dengan rumah as ada tulisannya ‘Simplex Amsterdam’ baik roda depan maupun belakang dengan lobang jeruji 36. Sedangkan untuk Cycloide torpedo hanya bos depannya saja, bagian belakang menggunakan torpedo dengan berbagai merek, misalnya FSB, Styria, Beckson, dan Perry (yang paling muda) tahun 1950-an.

simplex18.jpgsimplex19.jpg

Nara Sumber : Andrian “Andyt’ Hagijanto,                                                                   Foto sepeda koleksi Andyt dan mas Ilham Jati                                                         Sumber data : Herbert Kuner.

Advertisements