NEO-KRUISFRAME 268151

dsc_0016.JPG 

Simplex Neo Kruisframe ini adalah jenis varian yang paling awal, ciri khasnya menurut Herbert Kuner adalah renggangan yang cukup lebar di frame cross yang nempel di tube depan atas . Model seperti ini adalah keluaran antara tahun 1935-1941. Seri 268151 ini adalah produksi sekitar tahun 1937, berasal dari daerah perbatasan Jombang dengan kabupaten Kediri dibeli seharga 1,5 juta pada tahun 2001. Simplex ini ketika didapat menggunakan model torpedo padahal pada garpu depan dan supitan belakang  terdapat dudukan rem karet model kawat 8mm melengkung, sebagai penanda bahwa ini varian Simplex yang lama. Duplikasi rem didapat setelah mengalami perburuan transmisi rem sampai akhir tahun 2006.   

 konstruksi-rem-1.jpg

 Konstruksi rem depan dan Cobra Manoe siap menerkam… 

 konstruksi-rem-2.jpg

 Konstruksi rem belakang, ada lampu samping Melas dan standar military look

Oleh pemiliknya sepeda ini dipercantik dengan lampu Cobra (model Manoe) dan konstruksi per sebagai shock breaker pada garpu depan. Beberapa asesories tambahan seperti standar, lampu depan,lampu samping depan belakang, serta dinamo memakai merek Melas, Germany. Hanya pedal Buschel, sadel, lampu reflektor belakang dan pompa meminjam punya Cycloide Elite 11245 dengan iringan raut muka jengkel dari si empunya sadel, namun tak apa demi keindahan tampilan di sesi pemotretan. 

dengan-fongers-hz.jpg    dgn-hz65.jpg

Neo Kruis & HZ65 Dua sejoli yang bikin mabok kepayang…

Ciri khas lain adalah kenyamanan dan keempukan kayuhan karena kontribusi bearing depan-tengah-belakang, karya pakpuh Sastrosimplex. Oleh sang penggila Simplex itu, sepeda ini menjadi pembuktian bahwa dengan pemasangan bearing pada konstruksi non bearing, terbukti mampu menciptakan kenyamanan yang sama dengan varian Cycloide yang berbearing. Kayuhan yang ringan juga dihasilkan dari kombinasi piringan gear 44 dengan Villier DeLuxe England 20 di belakang. Konon sepeda ini sering ditaksir orang baik untuk ditukar dengan uang maupun sepeda motor. Namun, oleh pemiliknya tak dihiraukan, sebab sepeda ini menjadi ikon di komunitas Gila Onthel, Waru. Sebab kecantikannya tak kalah dengan Fongers HZ65 (1922), demikian pula kejangkungannya padahal ukurannya hanya 620 mm. Oleh pemiliknya yang berkaki panjang, dudukan sadel masih dinaikkan 6cm lagi, biar kesannya makin menawan, walaupun kadang kesulitan bila harus berhenti mendadak saat dijalan raya yang ramai.    

testingan-1.JPG 

testing-2.JPG 

Ini Simplex ‘Neo’ yang dinaiki mas Laexs, beberapa asesoriesnya sama. Sepeda ini sudah dilamar wak Sastro Manu, boss yayasan Asmanu, Nusa Indah Kureksasi, Waru

artikel & foto : Andyt Andrian

Advertisements