Simplex Cycloide 296918

samping.jpg

Varian ini melengkapi koleksi penggowes di klub PAKKAR, Rewwin. Ditemukan di salah satu gudang tua di Surabaya bareng dengan Fongers BB 60-nya Andyt. Kondisinya masih orisisnil kecuali ban. Catnya sudah habis, maklum produksi tahun 1930-1940an. Soal kenyamanan jangan ditanya. Namanya juga Cycloide. Perbedaan dengan varian Elite hanya terletak pada bentuk piringan yang seperti huruf YY, namun bila diamati lebih lanjut terdapat kelingan. Ciri khas ini yang membedakan piringan biasa dengan varian Cycloide, di luar tipe ‘piringan mercy’.

 piringan-berkeling.jpg

Piringan berkeling, edisi khusus varian Cycloide

Yang agak berbeda selain dari piringan adalah cap toko yang ‘berbau’ Belanda (HET HIMA HUIS), alamatnya di Pasar Besar Soerabaja. Sepeda ini lebih asli Surabaya dibanding yang punya. Cuman karena ada kata ‘HIMA’ apakah dulu ini cap toko dealer HIMA atau memang asli jual Simplex juga, walahualam bissawab.

namatoko1.jpg

Het HIMA HUIS…adapted from HIMA or another Simplex’s dealers

Simplex ini masih menggunakan Villier DeLuxe England sebagai gear belakang. Kondisi masih sangat bagus, tidak berisik berbeda dengan gir kuno yang biasanya sudah aus.

the-villier-de-luxe.jpg

Villier DeLuxe England ukuran gigi 22.

konstruksi-kawat-rem.jpg

Konstruksi rem dan dinamo antik

belakang-1.jpg

daya pikatnya mungkin setara dengan pantat indah Sandra Dewi

Kunci menggunakan model ‘jam kecil’ yang lebih kuno daripada sepedanya. Setelah dua minggu di ‘test drive’ kesimpulannya sebagaimana umumnya varian Cycloide, sepeda ini sangat nyaman. Maklumlah Vrijwing Bessparing. Alias menggunakan bearing yang ‘less frictions’. Sepeda yang indah! 

foto dan teks : Andyt Andrian

Advertisements