Sepeda simplex kruiseframe ini adalah merupakan salah satu koleksi Bapak Azhar Yulianto dari paguyuban sepeda tua Gagak Rimang semarang.

Tampak depan

Simplex cycloide kruisframe

Tampak samping

Kunci Crousco – stabil

Tas gantung dan lampu cobra

Standar tarik
Advertisement
Filed under: Cycloide kruiseframe










Hiks..asli ora son , kok lampu di spakbor depan gede bet !!! apa emang ada
keren.. menyesal dulu bapak punya sepeda tua tidak sayaa rawat, sekarang tinggal tulang belulang.
Haloo salam kenal dari gambang semarang, sukses buat kampus UI
Gambang semarang last post: Mengintip Kegiatan Imlek 2010 di Semarang
Ah… lihat nih gambar…. Pusing lagi dah gue… migrain simplex kali ye…
bhawahahaha…satu lagi barang ajaib keluar.Sep…makin banyak info makin baik, makin banyak foto makin pusing…
kang Ical, jangan bingung dengan asesories. Lampu depan gede itu asesories, begitu juga tas dan tulisan ‘Simplex’ di ketengkasnya. Rasanya sama dengan yang dipakai sebagai header situs ini.
P.Yulianto…………di Semarang, salam kenal yach……saya Hariono dari Kediri, saya juga gemar kok dengan simplek dan saya punya beberapa simplek. oh ya…P.Yuli, apa Bpk punya stok tromol simplek tua ( utk jenis cyloid )??? barangkali punya dan boleh saya pakai?? saya punya simplek tua tapi tromol tidak asli. sebelumnya Tq.
pengen tidur ah…biar bisa mimpi punya sepeda kayak di atas…. zzzzzzzzz
hiks..mks mz andyt ,…eh kl standar tarik seperti gitu byk gak mz
jd mupeng tuh mz
bwahahah…pada ngetes…ketes..ketes..smua..termasuk ane..hihhihiii..diatas langit masih ada langit….hmm cape deh
seandainya saya yang punya….tidak pake terpal di slebor sama yang di katengkas, katengkas sih cukup list plangker aja, kalo new paint sih, baru di pake terpalnya ..leg..leg..leg..leg…..
sepeda itu menyesuaikan pemilik kok, mau dikasih tutup, mau dicat ulang, mau dikasih bel dokar, atau tengkorak kambing (kayak punya salah satu anggota PASKAS) bebas dan sah..sah saja. yang penting seneng dan bahagia… tul nggak?
wakakak…..bettttttttt…ulll mas…, nah kalau gitu mas minta diartikan dong kan sesuai dg pemiliknya…hiehieheihei…
kang jangan orang lain yang ngartikan, pasti akan jadi masalah. Biarlah itu sifatnya kualitatif, artinya hanya berlaku untuk kalangan itu saja, jangan dibandingin ke punya orang lain….
hehehe, om andyt
si pemilik yang menyesuaikan sepeda, …
mr.T, kumaha iyeu …..leg..leg
ngayal aja lagi deh, seandainya…………..
hmm…jawabanya adem banget…kembali ke simplex…mas kalau simplex diatas bukan cycloide ya? terus kok tromolnya asik ya chroom, aslinya emang gitu? atau dichroom sendiri?.
biar yang baca tambah pinter jadi mesti banyak nanya ya mas..heheh sapa tahu ada ulangan…
T, coba di zoom gambarnya kalo nggak pake kaca pembesar aja, ada tonjolan lagi kok di sebelah atas dan bawah tube depan atau baca ” berbabagi ilmu ” hehehe ~ semoga dapat jawaban
leg..leg..leg
hmm..i see, yg mirip undakan gitu ya..
busyet…, ternyata dibalik penampakan selama ini masih ada yang lebih aneh lagi…
mantap om, postingannya….
btw, kalo accesorisnya kbanyakan siap nampung lho.., hehe…
bisa batal euy liat kaya gini……..bisa2 saingan nih ama istriku..hihihi
iya om andyt, sebetulnya sama2 bisa di ehmm..ehmm juga kok , hehehe
leg
huss..back to topik..ntar dibanned..baru nyaho.xixixixxii…
huahaha, om T
sy di kick sudah, terakhir di ban selamanya, nama saya nggak bisa muncul lagi, saya tahu kok siapa yang lakuin (….leg), makanya sekarang saya ganti nama, ntar kalo selamatan saya undang khusus orang2 di forum simplex aja dengan bintang tamu me.T hehehe……
test….
ASLI !!!
SALAM KANGEN BUAT GAGAK RIMANG, PAK MOGA, PAK ENDRO, CAK LAN, PAK TRI dll SUDAH LAMA NDAK PULANG SEMARANG.
SEMARANG TETAP TERBAIK
SELALU
kayaknya yang terbaik sih ondel-omdelnya, eh salah yah….. itu sih KOBA yah….
mas andyt, ..nehi nehi..acha..acha..irwansyah dong..bwahahah
wakakakakk..puas..puas..
wedew benar2 sepeda impian….saya ada info simplex dijual…yg berminat siahkan hub by mail tp sebentar saja ini bukan blantik hny ingin berbagi info….salam “simplexan”
mohon informasi alamat sekretariat club gagak rimang semarang dimana mas ??? atau klau boleh alamat Pak Moga / pak Yulianto lebih baik , nanti saya mampir kalau ke Semarang – suwun -
sorry bukannya inyong skeptis…kadang keasliannya wong londo memang beda sama wong kita..londo berdasar data dari factory, lha kita dari penuturan pelaku sejarah…cuman karena pelaku sejarahnya ada yang jadi blantik ya banyak yang menganggap tong kosong…semoga bisa diambil jalan tengah supaya yang naik simplex nggak sambil mikirin asli sama nggaknya….nyong piss ah…
om andyt,
aduh bikin tande tanye aje, tapi kalo simplex yang ade di khusus forum simplex pasti asli dong, nggak tahu kalo yang diluar forum yah……
cing sodik bumen,
iye nih kalo aje pabrik simplex dulunya ade di indonesia, nggak bakalan begini jadi nye, ….
seperti yang pernah diutaraikan, tingkat keorisinilan simplex di bagi 3 kelompok :
1. simplex yang secara utuh asli keluaran pabrik
2. simplex yang memakai asesoris/ onderdil jenis simplex lainnya
3. simplex yang memakai asesoris/ onderdil jenis sepeda di luar simplex (simplex jadi2an)
Untuk kondisi sekarang ini kelompok terbesar adalah kelompok no. 3, disusul kelompok no.2, untuk kelompok no. 1, saya yakin sudah langka benar mungkin 1 : 1000.
Untuk kelompok no. 3, ada juga kemungkinan memakai asesories/ onderdil diluar simplex hanya sekedar untuk lebih pantes atau lebih gagah, bukan berarti dia tidak punya stock spare part asli simplex.
Saran untuk yang punya sepeda merek simplex jika tingkat keorisinalan sepedanya sudah diatas 60 %, sudah cukup bagus.
Banggalah kalo kita punya sepeda merek simplex (maaf agak fanatik merek) karena memang begitu adanya…….
Saya sedang berfikir tentang terminologi kata ‘asli’ itu yang bagaimana? Dengan melihat fakta bahwa;
- satu unit sepeda Simplex terdiri dari bagian-bagian
kecil yang dirangkai
- Kriteria merangkai di tiap negara berbeda
sehingga tiap negara belum tentu sepeda
Simplexnya sama persis.
- Asli itu apakah dari rangkaian-rangkaian kecil,
ataukah setelah utuh disatukan, juga masih belum
jelas kriterianya.
- Kita (yang orang sekarang) tidak punya pilihan lain
atas sepeda yang kita temui, artinya kita tidak lagi
punya bargaining position yang kuat pada sepeda
yang kita miliki. Mau tak mau ya seperti ini. Syukur
belum potongan, kalau sudah potongan atau
ternyata supitannya punya Humber, kita nggak bisa
apa-apa kan? Paling menyesali, sementara mau cari
yang kita anggap lebih baik juga belum tentu ada
dan tersedia.
Kesimpulan saya adalah, biarlah sepeda seperti yang kita kenal sekarang, nyatanya kita juga tak bisa mengubah atau merubahnya. Contohlah seandainya supitan Humber terus diganti ama supitan asli Simplex, apakah sepeda itu jadi asli? tetep saja hasil potongan dan las-lasan sekarang.
Nurut saya sepeda itu seperti takdir, kalau kita ditakdirkan punya hidung pesek akankah kita meratapinya? Mendingan kita nikmati saja apa yang ada.
Simplex yang dianggap ‘bukan simplex’ oleh Kuner saja saya nggak katakan punya siapa, apalagi menunjukkan langsung, walaupun analisa Kuner juga sangat empiris, sebab disertai bukti data foto dan ukuran, namun karena sepeda di sini diperlakukan berbeda dengan di Belanda maka saya tidak mengeksposenya, biarlah jadi tanda-tanya untuk kita semua yang lama-lama akan dilupakan juga.
Siapa bilang pabrik Simplex nggak ada di Indonesia? Simplex itu salah satu sepeda yang ketika baru dahulu didatangkan dengan unit-unit terpisah dalam satu peti besar. Sampai di sini dirangkai, bahkan untuk merangkai frame dilakukan pekerjaan las kuningan, lalu dicat, dikeringkan dengan oven kompor dan diberi transfer merek. Pak Makmun (Paskas) adalah salah satu saksi hidup proses perakitan dan distribusi sepeda Simplex di Surabaya sampai tahun 1970-an.
saya sependapat dengan kang Sodik,
Lagian apa salahnya kalau sepeda yang kita naiki dianggap tidak asli? Wong itu punya kita, tidak untuk dijual, apalagi untuk menipu orang. Justeru saya malah bangga ketika orang terkaget-kaget dengan kenyamanan sepeda kita yang (ternyata) tidak ori karena buatan sendiri.
Saya punya dua sepeda jejadian (kebetulan semua Simplex) yang sangat empuk dan enak dinaiki, bahkan bila dibandingkan yang asli…hahaha…coba datanglah ke Deltasari, nanti kau akan coba sendiri…
Beberapa minggu sebelum puasa, saya berkorespondensi panjang lebar dengan Andre Koopmans, rekan kita yang ternyata bekerja sebagai Head Controler pengecatan di pabrik Batavus. Dia setuju dan malah melakukan sendiri duplikasi onderdil-onderdil/parts sepeda misalnya tuas rem, setang, kawat setutan rem, bahkan handel rotel, piringan, dll. Apapun yang bisa dibuat dengan proses bubut atau las untuk melengkapi restorasi sepeda kita. Dia menceritakan ketika membuat tiruan kawat transmisi rem karet untuk Fongers-nya…
Dia malah memuji dan appreciate sekali dengan orang Indonesia yang membuat onderdil sepeda sendiri meniru brand Belanda dengan hasil sangat mirip.
Hahaha..ternyata Londo juga meniru…
betul mas andyt…
kadang pembahasan masalah orisinal apa ngga nya sebuah sepeda membuat semangat bersepeda menjadi berkurang…ada beberapa teman yg “minder” setelah mengetahu sepeda yg dimiliknya di bilang tdk aseli ataupun orisinal..padahal kategori aseli atau orisial pun masih belum jelas
saya salut dengan teman2 yg nggenjot sepedanya dengan semangat tinggi biar pun sepeda yg dinaiki/dimiliki masih ngga jelas merknya…
ngga peduli merk dan asesoris yg penting genjot …
sebetulnya, komen saya hanya meluruskan karena adanya komentar dari mas sodik bumen -” kadang keasliannya wong londo memang beda sama wong kita..londo berdasar data dari factory, lha kita dari penuturan pelaku sejarah…”,
jelas disini, jadi kalo menurut si pelaku sejarah mengatakan asli karena dia merasa yang merakit sewaktu tiba di toko tapi belum tentu menurut teman koresponden mas andyt.
maksud “asli” disini adalah suatu type yang dikeluarkan oleh pabrik, baik perlengkapan atau asesoris yang menempel pada sepeda tersebut.
contonya : wimcycle mengeluarkan beberapa type sekaligus, tentu masing2 type beda perlengkapan dan asesorisnya, inilah yang saya maksud, bawaan dari pabrik. (kelompok 1)
menurut saya, pabrik asal pembuat simplex di belanda sudah punya standar baik perlangkapan atau sesorisnya untuk masing2 type, cuma oleh masing importirnya disesuaikan dengan kondisi masing2 negara, inilah yang sekarang bikin rancu seperti komentar mas Sodik Bumen, yang menurut mas Andyt sudah takdirnya.
saya kurang paham sama sejarah sepeda, kalo menurut saya tidak ada pabrik simplex di wilayah indonesia, yang ada adalah UD / importir yang waktu mengimpor sepeda dalam keadaan knock down, untuk UDnya mungkin belum tentu bukan cuma di surabaya saja bisa jadi di beberapa daerah di indonesia, ini juga yang menjadi type sebuah simplex yang menjadi tidak karuan karena sesuka-suka dia aja yang merakit, tidak sesuai dengan standar dari pabrik di belanda.
Adanya forum simplex ini tentu tidak lepas dari ngebahas masalah ke orisinilan, kalo begitu mengapa di buat forum ini ?
Forum ini sangat membantu bagi orang-orang yang mencari informasi untuk mengorisinilkan sepedanya, walaupun susah didapet mungkin replika atau imitasi pun jadi.
to : HERU WC,
“saya salut dengan teman2 yg nggenjot sepedanya dengan semangat tinggi biar pun sepeda yg dinaiki/dimiliki masih ngga jelas merknya…”
salah, karena ini forum khusus simplex, seharusnya ”
“saya salut dengan teman2 yg nggenjot sepedanya dengan semangat tinggi biar pun simplex yg dinaiki/dimiliki masih ngga jelas asli atau jadi2an…”
thank to admin, semoga rubik khusu simplex ini makin jaya.
kang, kalau sudah rejekinya mah nggak ada yg bisa nolak..dan kalau bukan rejekinya nggak ada yg bisa minta.….rejeki sudah ada yg mengatur….percaya deh.
.., mo cerita dikit…kmaren simplex ane dipake sama orang yg gedee banget…gpp sih cuma yg ane khawatirkan dipake boncengan…hati ane empot2an…tapi yg naik dengan asiknya mengayuh….ya ane takut peleknya ambrol karena ban luarnya terlalu empuk sehingga keliatan seperti tidak pake ban luar..gimana nggak miris melihatnya….kita yg punya empot2an eh yg naik asik aja tuh…nah begitu jg dengan ke orsinilan sepeda, bagi yg melihatnya mungkin akan berkomentar wah ininya anu..itunya anu..anu nya anu..bwahahah…tapi mungkiin bagi sipemakai yg kebetulan awam tidak berfikiran sama dengan yang melihat..selama enak dikayuh sipemakai tidak akan merasa ada gangguan, tapi bila sudah kena bisikan sama yg lihat..heheheh tahu sendiri deh…….simplex saya jg asli dari besi
dan bannya asli dari karet bwahah…seriusan amat..nyantai duong……pendapat ane pribadi selagi dipake ane nggak pernah merasakan keasliannya..soalnya kalau asli itu hanya untuk dinikmati secara visual…dan buat tampilan…dan yg utama tergantung tujuan kita..kalau untuk kolektor pasti yg dicari fully sirinilan…kalau saya mah pemakai biasa yg kebetulan kebagian simplex…..matur nuwun…
hehehehe,….
bisa aja nih om t si dedengkot ” tumoro neper day ” itu kalo sepeda yah om…tapi kalo anak motor kan ” monraker”
asik nih…jadi gayeng…lupa sama utang…salut sama komennya sedulur-sedulur kabeh…that the reason why..
” kalo nggak ade elu nggak gayeng “, kok mirip sampoerna hijau yah cing….. hehehe
Ada pertanyaan dari pak Hariireah jalias oom PPP Kediri yang tanya tentang Simplex seri 1 tapi cuman 5 digit dan supitan belakang nyambung.
Sebenarnya pertanyaan ini sudah dibahas beberapa waktu lalu, karena merupakan rangkuman dari dua pertanyaan yang sama. Coba lihat lagi di ‘berbagi elmu’. Simplex seri 1 itu ada dua type, yang pertama keluaran sebelum perang dunia 2 (1940) Kalau dilihat dari penomoran Simplex menurut situs Kuner adalah dibuat sebelum tahun 1930 an. Itu digitnya 6. Sedangkan jenis kedua adalah ketika dimulai era perakitan/asembling di luar pabrik di Amsterdam misalnya di Bordeaux Prancis (cirinya terdapat tulisan ‘NERVEX’ di bracket bawah, menghadap ke tanah/jalan) kalau itu dimulai sekitar tahun 1948 sampai 1960 an.
Sedangkan supitan yang menyatu adalah ciri dari varian Cycloide. Sebenarnya bukan itu yang jadi ciri produksi selain dari jumlah digit, yakni bentuk penampang melintang supitan (jika dipotong), akan berbentuk oval untuk seri tua, sedangkan seri yang muda (asemblingan Prancis) penampang supitan seperti huruf ‘D’ terbalik.
Semoga menjawab.
saya memakai istilah produksi untuk memudahkan pemahaman orang kita. Sebab sepeda diimport dari luar negeri dalam kondisi terurai, bahkan beberapa diantaranya harus dilas dan dicat untuk merangkainya sebagai sepeda utuh. Ini sudah proses produksi, sebab bahan bisa berasal dari luar produksi bisa dari dalam produksi (manufaktur). Kita tidak tahu apakah dalam merangkainya juga memperhatikan ‘pakem’ logikanya sih iya, soalnya itu menyangkut ‘brand identity’. Namun ketika kita menemukan anomali pada Simplex yang kita temui sekarang berbeda dengan Simplex kebanyakan maka terdapat beberapa kemungkinan yakni palsu atau terjadi kecampuran bagian lain di luar ketentuan aslinya.
Forum ini bukan HANYA untuk wacana Simplex orisinil saja, tapi juga untuk mereka yang pengin mengetahui segala sesuatu berkaitan dengan Simplex (termasuk yang jejadian). Terlalu banyak Simplex ‘bermasalah’ (mengundang tanda tanya, keraguan, dll bagi kita) bahkan jumlahnya lebih banyak daripada yang orisinil (tidak bermasalah) sehingga forum ini perlu dipakai sebagai diskusi dan pelajaran bagi kita semua untuk memahami dan membongkar dunia per-Simplex-an.
Logika saya adalah dulu Simplex adalah produk yang cukup digemari, sementara kondisi konsumen yang beragam tingkat finansialnya membuat tidak semuanya bisa memperoleh akses kesana. Model pembuatan varian produksi ala KW-1, KW-2, KW-3 sebagaimana kita temui pada barang-barang pabrikan sekarang, juga kemungkinan dilakukan oleh produsen sepeda Indonesia (apapun sebutannya entah importir, distributor, usaha dagang, lendevesten, atau lainnya). Maka dari itu muncullah model dan varian Simplex yang berbeda dan merupakan ‘anomali’.
mas berarti mas asik dong punya produk KW doang
..pasti ngakak deh kalau tau kepanjangannya….bwahahaha…
namenya juga forum khusus cing, yang pasti ngebahasnya yang khusus juga, nggak peduli jadi2an ato orisinil yang penting koprehensif untuk atu merek,
ane demen ame forum ini, sayang ane nggak punye sepedanye, belum berjodoh… ;(
beruntung saya, mas andyt mau aktif di blong ini, wawasan dan keilmuannya tentang sepeda sangat bijak, dan nyaris tak terbantahkan…….salut mas.
heheh..mas kok piktor sih..KW disni Keluaran Waru lho.. bwahahah…, mas susanto kok mirip rem ya blong..xixixixi (joke)
ngakak baca istilahnya..kalau liat produknya kan yg lain jg terheran-heran…ek..ek..ek..ek ..
jangan pernah menyalahkan diri sendiri, bos, kalo mau menyalahkan salahkan aja si mr. T hehehe…
(heurey kang…)
Saran saya, kalo ada yang meminta jawaban atau pendapat jawablah dengan jujur apa adanya, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang letnan andyt punya, karena kalo tidak menjawab dengan jujur nanti dosa ntar masuk neraka hehehe…
toh akhir dari “topik hidayat” yang di bahas dan dengan kesimpulannya, tidak ada kata-kata lain yaitu :
1. sepedanya enak diliat
2. yang penting nyaman dikendarai.
3. mau merek apapun yang penting tetap semangat
4. nggak perduli asli atau jejadian…..
laksanakan….!!!
betul pral..bwahahaha ( wah kalau seriusan mah ntar cepat tua atuh kang)….mas andyt suka merendah gt ya..kan susah sepedahnya aja tinggi….
bener. ane merendah gitu soalnye temen-temen ane pade ukuran 55, jadi ikutan 55 juga, ah…hahaha
letnan Andyt..hahahaha….
maklum tergila-gila pade aparat berseragam si police-4 ini. Lumayan letnan daripada letkol (kulit kon*ol) hahaha. Mestinya kalau polisi pakainya Kompol bukan Letnan…hahaha
huahaha aduh ngomong jorok….
ah masa sih panjangnya cuma 5,5 mm, kecit banget, nggak terasa pastinya
hehehe, mustinya seneng dong udh dapet pangkat letnan, masih lebih tinggi dari si sersan T
kalau ukuran c******s (mr.t: sensor
) 5,5 mm adalah RAKSASA.
Di mana ya bisa saya dapatkan info mengenai onderdil dan perlengkapan seperti ban sepeda gazelle saya? saya di Semarang, jadi kalau ada yang mau membantu saya di semarang saya senang sekali. Gagak rimang itu apa? Kalau nama tokonya apa di mana? he..he tanya banyak banget nih. tapi makasih lho kalau bisa dibantu. Saya bingung sepeda udah lama gak bisa dipake. ban luar dan dalamnya susah cari serepnya. Terima kasih
mas alex kalo di semarang kontak aku ya…selain minggu aku ada di semarang
Mas Andyt,
kunci STABIL asli bawaan simplex kruisframe gak?
Pak Azhar Yulianto , jika berkenan saya ingin kontak bapak di japri – saya di : goes_sus@yahoo.com
- matur nuwun – salam, susanto.
mas niko kunci stabil itu asli dibawa TIKI, bukan bawaan kruisframe………..
Bapak-bapak penggemar sepeda simplex, saya saat ini memerlukan lampu dan dinamo asli untuk simplex yang kondisinya masih bagus dan berfungsi, bila ada yang masih menyimpan dan berkenan menjual, mohon saya di-sms di 0811292787. Nuwun. Sahid.
Assalamu,alaikum, teman2 permisi nimbrung. Saya dari Medan. Bicara masalah Simplex cukup mudah, yg penting sperpart & onderdilnya orisinil. masalah acsessoriesnya ngak asli, ya ngak pa2 disebabkan usia speda sdh tua malah lebih tua dari kita. Wong orang tua dulupun ngak mempersoalkan masalah acsessories asli ngak asli karena dulupun cukup sulit mencari acsessories yg asli.
orang tua kita dulu mempermasalahkan bukan dari sisi ori arau non-ori kayak orang sekarang, namun dari sisi fungsional, kepraktisan, trend, dan kondisi finansial. Fenomena ini nampak dari bagaimana orang mengganti kunci Hopmi telepon yang angka kombinasi dengan model pakai anak kunci keluaran RRC karena alasan praktis. Bayangkan, sangat sulit membuka kunci kombinasi karena angka yang tak terlihat baik, di sore dan malam gelap. Atau fenomena tahun 1960-an ketika Phoenix RRC lebih laris karena disamping lebih murah, tampilan catnya memakai lapisan coating yang mengkilap, sehingga membuat Humber dan Gazelle jadi tampak kusam dan out of fashion. Ini hanya beberapa contoh saja. Yang lain masih banyak.
sori bos melo nimbrung, onderdile apik2 teunan. tp sayang bikin spd gak perawan, mending aku gantiin aja… (he..he..he..) ya kl blh? met knl aja aku arek klithik antar kota antar propinsi. aku jg ada macam2 onderdil. saya suka simplex krn pny spd pertama ya simplex itu. saya pny cycloid terpedo dl beli 300rb, waktu berteduh dr hujan di daerah Borobudur. anehnya spatbort dpn cm separuh sampe dpn garpu tok. sedel Terri terpedo Perry 36. saya mau jual terpedo burung 36 rantai sebelah kiri. saya biasa kumpulkan spd aneh, entah kecil ato besar. Oke kiranya segt salam kenal buat onthelis senusantara.
Klo mau sepeda yang original pengelasannya di
luar negeri, mendingan cari sepeda PAKRAT(tanpa keni) aja!
Saya kira orang Indonesia masih belum sanggup buat sepeda seperti itu.
belum sanggup?..hahaha…masak sih mas Niko…
Coba tanya ke pak Bambang PAKKAR Rewwin, Sidoarjo. Banyak tuh sepeda jejadian yang dibuat temen-temen PAKKAR sebagai apresiasi dan ‘penyaluran nafsu’ kreatif perancangan sepeda. Pembuatannya di daerah Pandean, Ngingas, Waru. Ada jagonya disana yang disebut pak ‘Mancester United’. Caranya model dicor, lalu digerinda. Faktor yang sangat penting indikator kehalusan garapan terletak pada finishingnya. Bagus-bagus, dan nyaman dikendarai..Beberapa diantaranya TANPA KENI!. Mereknya juga unik-unik buatan sendiri. Beberapa pesan di emperan Malioboro, dengan model grafuur dan cetak etsa..
memang yang bisa dibuat tanpa keni banyak.
tapi yang saya MAKSUD adalah kerapihannya yang
sangat sempurna( tidak ada bekas sambungan sama sekali), walaupun catnya sudah hilang sama sekali. Tetap tidak terlihat sambungan pada besinya.
contoh: Sepeda WKC Solingen yang ada di milis ini.
Saya kira orang Indonesia belum ada yang mampu buat sambungan tanpa keni serapih tu sepeda.
Tolong lihatin donk Mas Andyt…,
Niko,
Saya melihat lagi punya temen PAKKAR kemarin, ternyata masih ada keninya, jadi saya RALAT pendapat saya. Memang sulit memalsu sepeda tanpa keni. Apalagi dengan tingkat kehalusan yang demikian tinggi seperti pada sepeda WKC, NSU, Diamant, dll.
Maklumlah Jerman !! di tahun 1930-an mereka sudah mampu bikin kapal selam dan torpedo hebat, sementara di tahun 2008 kita masih berkutat antre minyak dan anggota dewan yang busuk!
huahahahaa…manang betul om andyt, tapi biar gimanapun kita musti bangga ama indonesia, karena masih mampu membuat antrian untuk mendapatkan 5 liter minyak goreng, cihuuyyy…yang konon katanya sudah menjadi penghasil minyak sawit terbesar di dunia setelah malingsia
nah gitu dong kan asik berdebat di blog dari pada main belakang…..lanjut mas…
Biar busuk masih banyak yang mau jadi anggota dewan
soalnya ada juga yang nggak busuk, mas
Pengen juga ni jadi yang gak busuk,He…
mas andyt,
ada orang titp sepeda ke saya, jenis dames terpedo, katanya sih fongers cuma saya nggak yakin sama frame +fork nya, lagi pula hamblemnya sudah tidak ada, boleh nggak minta alamat email, biar saya kirim gambarnya. terima kasih…
ngomongin DPR kang Hardi kan juga angota DPR.. Demen Pamer Raleigh…..asal jangan Durung Payu Rabi…..ampun nda..
kang JANA,
kirimkan ke andrian@peter.petra.ac.id
kalau saya bisa jawab saya akan bantu
makasih, mas andyt, ntar saya kirim yah…
sebenernya artinya simplek itu apa
iya apa ya arti Simplex?
simplex = asalkata dari simple gitu loh dik niko, itu juga kalo bener kalo salah yah mohon di maafin yo…
setujuuuuuuu bisa juga berarti simplex = sing penting plex nang ati …….
ngiler liat …..simplexnya pak
Pak Azhar dwe simplex cyclo 6 bh kyone….aku sering dolan ning omahe ngelus2 sepedane….de’e emang kolektor kelas berat…sepedane roto2 regane 20jt an munggah…seng meh djoli innova ora oleh yo ono….gagak rimang emang klub gudange klektor…ono pak joetata, pak moga kr pak azhar pentolane….lha wong mereka2 duite turah2…..